Cari di sarinulis.blogspot.com

Selasa, 05 Maret 2013

Cinta


Cinta adalah mahkota, bagi raja
Cinta adalah cahaya, bagi orang buta
Cinta adalah petunjuk, bagi pengelana
Dan, Cinta adalah segalanya...

Benda yang tak berwujud ini
Mampu mengubah tangis jadi tawa
Mampu mengubah derita jadi bahagia
Mampu mengubah air mata jadi senyuman

Cinta seorang ibu
Tak lekang oleh waktu
Cinta seorang hamba
Menjadikannya setia

Benda yang terwujud ini
Bagai air yang menyejukan
Bagai api yang menghangatkan
Bagai angin yang menenangkan

Saatku tatap awan terlukis wajahmu,
Saatku tutup kedua kelopak ini hadir bayangmu,
Rindu ini, mengusikku..
Menghantuiku,,
Aah..

Aah.. aku tak suka ini
Pergilah..pergilah ku tak ingin kau di sini
Di hatiku... kau hanya jadi penyakit

Ku tak suka menanti
Ku tak mau hanya janji
Dan ku tak mau sakit ini

my think ..


Hehe... gubrak deh aah.. liqo' kemaren tu ye materinye tentang dakwah.. tapi yang dibahas tentang pernikahan.. hehe..malu aah,, udah lama tarbiyah tapi kayagnya belum ada perubahan yang woow banget,, palingan cuma ndaki dikit terus future lagi ampe paling down. Hemmmm nyebelinkan,, waktu terus berputar tapi aku masih menjadi lingkaran kecil. Hemmm kate kakak my murabbi "seseorang itu akan diuji di titik terlemah dia. " hemmm...seperti kakak bilang "titik terlemah aku itu ada pada perasaan jadi hati-hati lah." Hemmm bener si kata kakakk, ada aja si ganteng, si alim, si imut, aduuuh,, apalagi kalau si manis duuuh ngak kuat (kaya 7icon aja) hehehe.. tapi, mau gimana lagi itu kan ujian for me. So, i must lulus this test..(b.ing semau gue).

Mereset mimpi



Ia pemuda biasa. Lahir dari keuarga miskin lagi pengungsi. Ia bermimpi untuk melawan yang mencakar koyak wajah bumi para Nabi, tanah kelahirannya. Dia lumpuh di usia remaja karena bermain adu ketangkasan bersama teman-temannya, head-stand di pantai Gaza. Namun, mimpinya tak lumpuh. Bertahun-tahun dia dipenjara Israel. Tiap hari tak berganti tanpa bertambahnya jenis penyakit di tubuhnya. Inilah lelaki yang di takuti Israel. Dia hanya seorang lelaki lumpuh berkursi roda yang bicarapun terbata-bata. Tapi, kekuatan jiwanya itulah, jiwa yang di penuhi mimpi, keyakinan pada Ilahi, membuatnya kuat, lebih kuat dari pada pasukan bersenjata Israel. Perkenalkan dia adalah Ahmad Yasin. Jika Yasin yang lumpuh saja bisa begitu yakin bagaimana dengan kita. Yasin selagi masih menjadi guru SD, murid

Bintang dan Cahaya Malam


Sesampainya Putri di rumah. Segera ia menganyi pakaian lalu mencuci pakaiannya yang sudah mengeunungn. Sambil mencuci di belakang rumah ia pandangi langit sebentar, terlintas di benaknya tentang sebuah mimpi besarnya. Dia ingin menjadi guru matematika supaya murid-muridnya kelak jujur dalam berdagang. Dia juga ingin menjadi penulis buku motivasi untuk mengubah dunia, menyemangati seluruh manusia untuk berbuat baik. "Aaah besarnya mimpiku ini, hehe,, :p" gumannya . Sambil

kata hati


Terdiam sendiri, membisu.. mencoba mendengar suara-suara lirih memanggil. Entah siapa? Entah darimana? Entah mengapa? Suara-suara itu terus saja terdengar namun sulit dimengerti. Entahlah, aku pun tak tau. Berulang kaliku coba untuk mendengarkan namun semakinku berusaha lebih keras, suara itu makin mengecil. Ketika ku berpaling suara itu berteriak sangat keras. Ada getaran di sini di hati ataukah ini hanya detak jantung yang gemetar. Ada rahasia yang tersembunyi di dalam di hati yang bersih.